Samarinda Masuk PPKM Level 4
(Gubernur Isran Noor)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Setelah Balikpapan,
Berau dan Bontang ditetapkan daerah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, kini menyusul Samarinda.
"Jadi kita di Kaltim ada 4 daerah
diberlakukan PPKM darurat, atau sekarang diganti PPKM Level 4, yakni
Samarinda," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov
Kaltim Dr HM Jauhar Efendi usai mendampingi Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor mengikuti
Rakor Evaluasi Penerapan PPKM di Indonesia secara virtual di Ruang Heart of
Borneo, Lantai 2, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (19/7/2021).
Rakor dipimpin Presiden RI Joko Widodo dari
Istana Negara Jakarta membahas Penanganan Covid-19 di nusantara ini, dijelaskan
Jauhar, juga dibahas sekaligus mengganti sebutan atau istilah PPKM mikro,
diperketat hingga darurat menjadi PPKM level 1 hingga level 4.
"Ya, usulan dari daerah. Ada masyarakat
yang merasa ngeri dan menakutkan istilah darurat, sehingga pusat disetujui
Bapak Presiden, ganti istilah atau sebutannya level," jelas Jauhar usai
mengikuti Rakor yang juga dihadiri Kepala BPBD Yudha Pranoto, Juru Bicara
Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak dan Kasatpol PP Kaltim I
Gede Yusa.
Terkait dimasukkannya Samarinda ke level 4,
diungkapkan Jauhar dan diakui Kepala Dinas Kesehatan Padilah Mante Runa, sebab
jumlah warga terpapar masih cukup tinggi dengan indikasi ketersediaan tempat
tidur (BOR) di rumah sakit/pusat karantina dan realisasi vaksinasi menjadi
dasar penetapan PPKM.
"Kebijakan ini harus kita sikapi dengan
semakin meningkatkan kesadaran bahwa pandemi ini masih terjadi. Dan kuncinya,
tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, lebih ketat, itu saja,"
pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebutkan
Indonesia nomor 2 setelah Amerika Serikat tingkat kenaikan kasus Covid-19 di
dunia. Dan sekarang beberapa negara lain juga mengalami kenaikan kasus.
"Kembali saya ingatkan, walaupun sudah vaksin, jangan lepas masker. Protokol kesehatan tetap diterapkan, tetap dilaksanakan, disiplin, tetap disiplin, jangan anggap enteng," tegas Presiden dalam Rakor yang diikuti Wapres Ma'ruf Amin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Diakhir arahannya, Presiden Jokowi meminta
seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati maupun walikota lebih intensif
turun ke lapangan dan menyampaikan sebaik-baiknya pentingnya protokol kesehatan
kepada masyarakat.(mar)